Ulama dan Umara Aceh Serukan Pentingnya Protokol Kesehatan, Mari Kita Patuhi dan Jangan Diabaikan

Sekretaris Dayah Al 'Athiyah, M. Sanusi Madli
Oleh M. Sanusi Madli

Kasus covid-19 di Aceh semakin meningkat, Ulama serta Umara mengimbau agar masyarakat menjalani protokol kesehatan covid-19 disetiap aktifitas serta tidak menganggap remeh pandemi ini.

Salah satu ulama karismatik Aceh, Abu Syekh H. Hasanoel Bashry HG atau yang dikenal Abu Mudi, Mudir Lembaga Pendidikan Islam (LPI) MUDI Mesjid Raya Samalanga Kabupaten Bireuen ini berpesan kepada masyarakat Aceh agar pandemi ini jangan dianggap remeh, protokol kesehatan jangan diabaikan, semuanya demi kemaslahatan kita semua, ungkap Abu Mudi yang dilansir serambinews.

Hal senada juga disampaikan oleh Pimpinan Dayah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ummul Ayman Samalanga, Tgk. H Nuruzzahri Yahya atau yang dikenal Waled Nu.Waled nu mengajak masyarakat Aceh untuk mengikuti petunjuk ahli kesehatan, karena Covid-19 ini berhubungan dengan penyakit. Apabila berhubungan dengan penyakit, maka harus percaya dengan ahli kesehatan atau ahli yang faham penyakit tersebut, ujar walid nu yang dilansir ajnn

Baca Juga : Sanusi Madli : Positif Covid Bukan Aib, Jangan Kucilkan Mereka

Waled Nu juga mengingatkan kepada masyarakat Aceh bahwa selain bertawakal dan menyerah diri kepada Allah SWT minta perlindungan. Dirinya juga meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang telah dibuat oleh pemerintah.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga tidak henti hentinya mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan covid-19, Anjuran itu untuk kepentingan bersama.

Imbauan para ulama serta umara ini tidak boleh kita abaikan, karena ini menyangkut keselamatan bersama serta upaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Aceh.

Ulama dan Umara sudah mengingatkan kita semua untuk mematuhi protokol kesehatan, karena itu mari kita patuhi dan jangan kita abaikan seruan ini, demi keselamatan dan kebaikan kita bersama juga.

Tugas manusia adalah berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari dari terinfeksi virus corona, menghindari dari hal hal yang membawa kemudharatan bagi diri, keluarga serta masyarakat banyak, karena itu sesuai dengan perintah agama, bahkan sejarah perjuangan masa lalu juga senantiasa dinobatkan pada usaha dan do’a.

Ikhtiar itu wajib, dan akan dicatat sebagai ibadah, selanjutnya do’a dan tawakkal, kita serahkan sepenuhnya kepada Allah, biarlah Allah yang putuskan, karena Allah Maha Tau terhadap apa yang akan terjadi dimasa depan, namun tawakkal itu setelah berikhtiar dan berdo’a.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *